JAKARTA – Universitas Nasional terus mematangkan proyek strategis Urban Edu Forest melalui rapat koordinasi teknis yang digelar pada Senin (16/3/2026) di Ruang Rapat Cyber. Pertemuan ini memfokuskan pada integrasi infrastruktur fisik, sistem digitalisasi informasi, serta penyesuaian anggaran untuk memastikan kawasan ini menjadi pusat edukasi dan konservasi yang modern.
Infrastruktur Modern dan Estetika Lingkungan
Dalam pembahasan teknis, tim merencanakan sistem perawatan vegetasi yang komprehensif dengan penggunaan sprinkler portable dan instalasi jaringan pipa (plumbing) khusus. Area hutan kota ini juga akan mengedepankan aspek keamanan dan estetika melalui pemasangan CCTV di titik strategis serta penggunaan tiang lampu tinggi dengan konsep lighting play untuk keindahan malam hari.
Bagi pengunjung, kenyamanan akan didukung oleh jogging track dengan material soft polyurethane setebal 15 mm yang dirancang dengan sistem resapan air tinggi (porous). Selain itu, desain gerbang utama akan mengalami revisi lokasi dengan sentuhan material batu andesit untuk memperkuat kesan alami namun tetap elegan.
Digitalisasi dan Edukasi Berbasis Teknologi
Sejalan dengan visi Smart Campus, Urban Edu Forest akan menerapkan sistem pelabelan digital pada setiap pohon. Tenaga ahli IT, Pak Tatang, menekankan pentingnya penggunaan sistem barcode yang terhubung ke server khusus.
“Setiap pohon wajib memiliki barcode yang menyimpan informasi mengenai nama, fungsi, dan manfaatnya. Pengunjung cukup memindai kode tersebut untuk mendapatkan edukasi digital secara instan,” jelasnya dalam rapat.
Guna mendukung operasional ini, universitas akan menyiapkan dua orang admin khusus yang bertugas mengelola konten edukasi serta memperbarui informasi melalui laman web resmi Edu Forest.
Pusat Pengolahan Limbah dan Kemandirian Bisnis
Selain fungsi konservasi, kawasan ini dirancang menjadi pusat edukasi pengolahan sampah organik. Pak Kartono memaparkan rencana pengadaan mesin pencacah (chopper) yang akan ditempatkan di area depan pompa. Fasilitas ini nantinya berfungsi ganda: sebagai lokasi praktikum pengolahan kompos bagi pelajar/anak-anak, sekaligus menjadi unit bisnis penjualan pupuk kompos hasil produksi mandiri.
Tinjauan Anggaran dan Administrasi
Rapat juga mengidentifikasi sejumlah item krusial yang akan dimasukkan dalam penyesuaian anggaran (re-budgeting), di antaranya:
- Pemasangan Panel Tenaga Surya (Solar Panel).
- Pembangunan Gudang Kompos dan Tugu UNAS.
- Pengadaan landscape furniture.
Sebagai tindak lanjut, struktur SK Tim Edu Forest akan segera diperbaharui oleh tim administrasi, diikuti dengan penyusunan timeline pekerjaan yang ketat agar pembangunan dapat berjalan sesuai target yang telah ditetapkan.